Tampilkan postingan dengan label Akuntansi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akuntansi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 November 2009

SEJARAH BIG FOUR

Big Four adalah merupakan empat kantor Akuntan Berskala Internasional yang terbesar saat ini, yang mengaudit sebagian besar perusahaan di seluruh dunia. Empat anggota The Big Four yaitu antara lain:
  1. Deloitte Touche Tohmatsu
  2. PricewaterhouseCoopers
  3. Ernst & Young
  4. KPMG
Sebelum menjadi The Big Four, Kelompok Kantor Akuntan Publik terbesar dinamakan dengan Big Eight pada saat sebelum terjadi merger dan likuidasi kantor Akuntan Publik “Arthur Andersen” karen terlibat masalah kasus Enron. Berikut adalah nama kantor Akuntan yang termasuk kedalam The Big Eight:
  1. Arthur Andersen
  2. Arthur Young & Company
  3. Coopers & Lybrand
  4. Ernst & Whinney Deloitte Haskins & Sells
  5. Deloitte Haskins & Sells
  6. Peat Marwick Mitchell (yang kemudian berubah menjadi Peat Marwick)
  7. Price Waterhouse
  8. Touche Ross
Selanjutnya karena kompetisi diantara kantor Akuntan yang semakin besar maka Ernst & Whinney merger dengan Arthur Young menjadi Ernst & Young dan Deloitte, Haskins & Sells merger dengan Touche Ross menjadi Deloitte & Touche pada Agustus 1989, maka Big Eight berubah menjadi Big Six, daftar nama anggota Big Six sebagai berikut:
  1. Arthur Andersen
  2. Coopers & Lybrand
  3. Ernst & Young
  4. Deloitte & Touche
  5. Peat Marwick Mitchell
  6. Price Waterhouse
Selanjutnya pada jli 1998, Price Waterhouse merger dengan Coopers & Lybrand menjadi PricewaterhouseCoopers, sehingga The Big Six berubah lagi menjadi The Big Five, dengan anggota sebagai berikut:
  1. Arthur Andersen
  2. Ernst & Young
  3. Deloitte & Touche
  4. Peat Marwick Mitchell
  5. PricewaterhouseCoopers
Tetapi kasus Enron yang Arthur Andersen sebagai pengaudit laporan Keuangannya, telah menyeret Arthur Andersen dalam serangkaian penyelidikan oleh otoritas bursa US. Dan dari hasil penyelidikan ditemukan bahwa Arthur Andersen terlibat dalam skandal tersebut dan didakwa melanggar hokum Karena ikut menghancurkan dokumen-dokumen pengauditan Enron dan menutupi kerugian-kerugian Enron. Karena kasus ini akhirnya Arthur Andersen ditutup izinnya dan juga seluruh cabang-cabangnya di dunia, sehingga The Big Five berubah lagi menjadi The Big Four pada tahun 2004 dengan anggota sebagai berikut:

  1. Ernst & Young
  2. Deloitte Touche Tohmatsu
  3. KPMG
  4. PricewaterhouseCoopers
Big Four ini masih bertahan sampai sekarang.
Baca Selengkapnya..

AUDIT PEMASARAN : TUJUAN DAN MANFAATNYA

Sebelum masuk kedalam pembahasan Tujuan dan Manfaat dilakukannya Audit Pemasaran, sebaiknya kita harus mengetahui definisi dari Audit Pemasaran itu sendiri. Audit Pemasaran adalah suatu bentuk pengujian yang komprehensif, sistematis, independen dan dilakukan secara periodik terhadap lingkungan pemasaran baik itu dari segi tujuan, strategi, dan aktifitas perusahaan atau unit bisnis untuk menentukan peluang dan permasalahan yang terjadi, serta memberikan rekomendasi rencana tindakan untuk meningkatkan kinerja pemasaran perusahaan.
Selanjutnya didalam Audit pemasaran terdapat dua tipe audit pemasaran, yaitu:
  1. audit fungsional (vertikal) merupakan audit yang dilakukan terhadap beberapa aktivitas dari departemen pemasaran seperti periklanan atau penjualan dan membuat analisis terhadap bagian-bagian yang diaudit tersebut.
  2. audit menyeluruh (horizontal), yang melakukan audit terhadap keseluruhan dari fungsi pemasaran perusahaan.
Dalam penentuan tipe audit yang digunakan tergantung dari perusahaan itu sendiri akan seberapa penting audit pemasaran dibutuhkan oleh perusahaan dan seberapa besar pula dana yang sanggup dikeluarkan perusahaan tersebut untuk melakukan audit pemasaran, karena untuk melakukan audit menyeluruh diperlukan dana yang cukup besar.
Berdasarkan dari definisi audit pemasran tersebut, dapat kita simpulkan tujuan diadakannya audit pemasaran itu sendiri, yaitu bertujuan untuk mencari dan mengidentifikasikan masalah-masalah atau ancaman-ancaman pemasaran yang mungkin akan atau sedang dihadapi oleh perusahaan dan membuat sebuah perencanaan perbaikkan yang perlu dilakukan untuk mengatasi dan menghilangi masalah-masalah tersebut, sehingga diharapkan aktifitas pemasaran dapat menjadi lebih efektif dan efisien. Sedangkan manfaat yang dapat kita peroleh dari diadakannya audit pemasaran ini adalah hasil audit dapat memberikan sebuah gambaran yang objektif tentang kinerja pemasaran perusahaan dan berbagai kekurangan yang terjadi dalam pengelolaan upaya pemasaran yang masih memerlukan perbaikan. Jadi sebuah audit pemasaran merupakan salah satu hal penting yang perlu dipertimbangkan untuk dioptimalisasi agar kinerja pemasaran perusahaan dapat dioptimalisasi juga, sehingga tujuan dari perusahaan untuk kinerja yang efektif dan efisien dapat tercapai.


Baca Selengkapnya..